Featured Post Today
print this page
Latest Post
Showing posts with label Info Jantung. Show all posts
Showing posts with label Info Jantung. Show all posts

Ini Dia Lemak-lemak yang Bagus untuk Jantung

Klinik Jantung | Ini Dia Lemak-lemak yang Bagus untuk Jantung


Mendengar kata lemak, biasanya orang langsung menjauh karena identik dengan stigma jelek yang bikin gemuk, kolesterol dan berbahaya untuk jantung. Padahal tidak semua lemak jahat, karena ada juga lemak yang justru bagus untuk  jantung.

Saat memilih lemak, jangan hanya memperhatikan jumlahnya tetapi juga jenisnya karena tidak semua lemak bersifat jahat dan berbahaya untuk jantung.

Lemak jahat dapat meningkatkan kolesterol yang menyebabkan penyakit jantung, seperti penyumbatan di artei dan vena yang mengakibatkan serangan jantung dan berbagai masalah kardiovaskular lainnya. Contoh lemak jahat misalnya adalah lemak jenuh dan lemak trans.

Sedangkan lemak baik bertindak sebaliknya, yang benar-benar bekerja untuk melindungi jantung dan melakukan perawatan yang baik pada sistem kardiovaskular.

Contoh lemak baik adalah omega-3, lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated) dan tak jenuh ganda (polyunsaturated ), yang dapat menurunkan kolesterol dalam tubuh dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Berikut beberapa makanan yang mengandung lemak-lemak yang baik untuk jantung, seperti dilansir boldsky, Sabtu (22/9/2012):

Lemak tak jenuh tunggal
1. Zaitun dan minyak zaitun
2. Minyak biji bunga matahari, wijen dan minyak canola
3. Minyak kacang dan mentega
4. Alpukat
5. Kacang kering seperti almond, peanut, hazelnut, pecan, dan kacang mete.

Lemak tak jenuh ganda
1. Biji-bijian seperti bunga matahari, labu dan seasame
2. Minyak kedelai, susu kedelai dan tahu
3. Biji rami dan minyak biji rami
4. Jagung dan minyak safflower
5. Kenari
6. Ikan seperti salmon, tuna, sarden, makarel, herring, trout

SouRce



2 comments

5 Hal Tentang Jantung Sehat yang perlu Diajarkan Kepada Anak


Klinik Herbal Jantung | 5 Hal Tentang Jantung Sehat yang perlu Diajarkan Kepada Anak

Penyakit jantung adalah penyebab nomor satu terhadap kasus kematian akibat penyakit tidak menular di dunia. Penyebabnya adalah gaya hidup yang tidak sehat sejak kecil hingga dewasa, sehingga orang tua perlu mengajarkan kepada anak pentingnya memiliki jantung yang sehat.


Seperti dilansir sheknows, Kamis (20/09/2012) berikut 5 hal yang perlu diajarkan kepada anak mengenai cara menjaga jantung agar tetap sehat :

1. Perkenalkan bahaya penyakit jantung

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian di Amerika Serikat yang rata-rata kasusnya terjadi setiap 25 detik. Kebanyakan disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat akibat konsumsi makanan cepat saji.

Perkenalkan sejak dini pada anak mengenai kesehatan jantung agar anak mengetahui bahwa pola hidup yang tidak sehat dapat menempatkan risiko terhadap penyakit jantung, yaitu penyakit yang membunuh secara diam-diam (silent killer).

2. Ajarkan kebiasaan makan yang sehat

Makan yang sehat tidak harus berarti makan dengan rasa hambar yang biasanya tidak disukai anak-anak. Makanan yang sehat dan baik untuk jantung adalah seperti biji-bijian, sayuran, dan buah-buahan.

Ajarkan pula cara mengolah atau memasak makanan yang sehat sejak kecil seperti dengan mengurangi garam yang tidak baik untuk jantung. Kebiasaan baik yang telah diajarkan sejak kecil akan terbawa hingga dewasa dan bermanfaat bagi kesehatan jantungnya hingga tua.

3. Ajarkan diet yang tepat untuk anak yang memiliki berat badan berlebih

Jika anak kelebihan berat badan, jangan memaksanya melakukan diet ketat karena akan membuat dirinya kehilangan nutrisi penting yang diperlukan untuk tumbuh. Obesitas memang meningkatkan risiko penyakit jantung, tetapi atasi hal ini dengan cara yang bijak.

Anda cukup mengajarkan kebiasaan makan yang sehat dan menghindari makanan cepat saji. Berat badan dapat turun dengan cara alami dan lebih sehat melalui pengaturan pola makan dan jenis makanan. 

4. Ajak anak berolahraga

Mungkin olahraga di gym tidak menarik bagi anak-anak, sehingga Anda mungkin perlu mengajaknya bermain sepak bola atau basket di halaman rumah. Kunci terpenting adalah membuat anak banyak gerak.

Jika anak memiliki hobi menari atau bulu tangkis, tidak ada salahnya untuk mendaftarkannya ke sanggar tari atau tempat pelatihan. Olahraga dapat membuat aliran darah lancar dan menurunkan risiko penyakit jantung di kemudian hari.

5. Ajarkan anak agar jauh-jauh dari kebiasaan merokok

Merokok juga merupakan faktor terbesar yang menyebabkan penyakit jantung. Nikotin rokok dapat menyebabkan plak pada pembuluh darah dan menghambat aliran darah yang meningkatkan risiko penyakit jantung.

Jika anak telah mengetahui dampak buruk rokok sejak kecil, dirinya akan menjauhi kebiasaan merokok ketika remaja dan terus bertahan hingga dewasa.

Baca Juga Serangan Jantung



4 comments

Perempuan Modern Lebih Rentan Terkena Serangan Jantung

Perempuan Modern Lebih Rentan Terkena Serangan Jantung | Info Jantung

Perempuan modern lebih rentan terserang penyakit jantung dibandingkan dengan kaum pria, kata Ketua Yayasan Jantung Indonesia, dr. Dewi Andang Joesoef, pada jumpa pers 'Allianz Jakarta Heart Run 10K', di Jakarta, Rabu.

Dewi mengatakan bahwa pola hidup modern serta tingkat stres yang tinggi pada perempuan modern yang berkarir, adalah beberapa penyebab meningkatnya risiko gg.

"Pola hidup perempuan modern sudah banyak berubah seperti; merokok, jarang berolah raga dan lebih banyak duduk diam di kantor, serta pola makan yang banyak mengandung banyak lemak dan kolesterol," imbuh Dewi.

Menurut dia, pola hidup tidak sehat tersebut adalah beberapa faktor risiko utama penyakit jantung, yang kini lebih banyak menyerang kaum perempuan.

Lebih lanjut, Dewi menambahkan bahwa tingkat stress yang meningkat pada perempuan modern seringkali terjadi karena karir dan kedudukan perempuan modern yang bekerja kini dapat disejajarkan dengan kaum pria. Sehingga tingkat stress yang dirasakan juga sama.

"Mereka mendapat tekanan dari kedudukan dan jabatannya di kantor, belum lagi urusan rumah tangga yang harus ditangani membuat tingkat stress kaum perempuan semakin meningkat," kata Dewi.

Dewi berpendapat bahwa hal ini penting untuk diperhatikan oleh kaum perempuan, karena perempuan modern kini tidak saja sebagai motor penggerak di dalam rumah tangga, namun juga dalam beberapa sektor tertentu karena jabatan dan kedudukannya.

Untuk tidakan pencegahan, Dewi mengimbau agar para perempuan modern dapat melaksanakan pola hidup sehat dan melakukan manajemen stress.

SourCe

4 comments

Rentan Sakit Jantung itu Bukan Karena Golongan Darah


Rentan Sakit Jantung itu Bukan Karena Golongan Darah  | Info Jantung

Belakangan mungkin banyak orang khawatir karena sebuah studi dari Harvard University menyatakan bahwa pemilik golongan darah tertentu berisiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung koroner.

Setelah menganalisis hasil dua riset berskala nasional yaitu Nurses Health Study dan Health Professionals Study yang melibatkan hampir 90.000 orang, peneliti menyimpulkan bahwa pemilik golongan darah AB berisiko 23 persen lebih besar terserang penyakit jantung bila dibandingkan dengan orang-orang bergolongan darah O atau paling rentan dibandingkan ketiga golongan darah lainnya.

Tapi tak perlu keburu panik dulu. "Hasil riset ini masih ada cacatnya," ujar Eric Topol, MD, profesor genetika dari Scripps Research Institute di San Diego.

Pada dasarnya, 23 persen yang Anda lihat dari studi itu tidaklah sepenuhnya benar karena jumlah pemilik golongan darah AB itu kecil.

"Pemilik golongan darah AB itu sangat jarang dan tentu saja kekuatan statistiknya bisa diragukan jika Anda berbicara tentang sekumpulan orang yang jumlahnya sedikit itu," lanjutnya.

Dr. Topol yakin bahwa peneliti dari Harvard memperoleh kesimpulan dari data yang tidak secara spesifik memaparkan kaitan antara golongan darah dan risiko penyakit jantung.

Ketika orang-orang diminta melaporkan golongan darahnya untuk digunakan dalam meta-analisis, studi yang sebenarnya justru tidak bermaksud untuk memperoleh hasil studi seperti itu.

Khusus untuk golongan darah O, hasil studi ini mungkin masih dapat diterima karena untuk memperoleh kesimpulan itu, peneliti bisa mengamati cukup banyak orang, mengingat O adalah golongan darah yang paling umum, ungkap Dr. Topol.

Lebih penting lagi, menurut Dr. Topol, golongan darah itu sebenarnya sesuatu yang tak perlu Anda ketahui.

"Anda perlu khawatir jika Anda mengalami kelebihan berat badan dan punya gaya hidup yang statis serta punya tekanan darah dan kadar kolesterol yang tinggi. Faktor-faktor itu justru memberikan efek yang luar biasa terhadap munculnya penyakit jantung, bukannya golongan darah Anda," ungkap Dr. Topol seperti dilansir dari today.com, Senin (17/9/2012).

Studi sebelumnya juga menunjukkan bahwa pemilik golongan darah A atau B memiliki tingkat sirkulasi kolesterol 'jahat' (LDL) yang tinggi padahal kondisi tersebut menjadi salah satu faktor risiko peradangan dan penyakit jantung, tapi Dr. Topol mengatakan bahwa kaitan keduanya lemah.

Di sisi lain, untuk mengurangi risiko penyakit jantung, Dr. Topol mendorong setiap orang untuk lebih memfokuskan perhatian pada apa yang bisa diubah yaitu gaya hidup. Salah satunya dengan banyak-banyak tersenyum (tentu dengan porsi sewajarnya).

2 comments
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Klinik Herbal Jantung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger