Featured Post Today
print this page
Latest Post
Showing posts with label penyakit jantung. Show all posts
Showing posts with label penyakit jantung. Show all posts

5 Penyakit Jantung Bawaan dan Pencegahannya


Penyakit Jantung Bawaan atau PJB adalah kelainan jantung yang terjadi pada bayi sejak dalam kandungan. Janin dalam kandungan memiliki kompensasi yang baik terhadap kelainan ini, sehingga tanpa kontrol kehamilan yang baik seringkali PJB tidak terdiagnosa sebelum bayi dilahirkan. 

Setiap jenis PJB memiliki penanganan yang berbeda satu sama lain, bergantung pada klasifikasi (sianotik atau non sianotik), kelainan struktur, dan keparahan defek jantung. Dampak kematian dan morbiditas yang menganggu maka perlu memahami lebih jauh mengenai tanda-tanda penyakit ini, sehingga dapat melakukan deteksi dini terhadap penyakit jantung bawaan pada anak-anak. 

PJB adalah kelainan struktur dan fungsi jantung yang ditemukan sejak bayi dilahirkan. Kelainan ini terjadi pada saat janin berkembang dalam kandungan. PJB yang paling banyak ditemukan adalah kelainan pada septum bilik jantung atau dikenal dengan sebutan ventricular septal defect (VSD) dan diikuti oleh kelainan pada septum serambi jantung atau lebih dikenal dengan nama Atrial Septal Defect (ASD). 

Masyarakat awam sering melihat kedua kelainan jantung ini dikenal dengan sebutan jantung bocor. Jenis kelainan struktur lainnya dapat berupa patent ductus arteriosus, transposition of great arteries, dan kelaianan katup jantung. Seringkali PJB juga timbul dalam bentuk gabungan beberapa kelainan, seperti yang terjadi pada tetralogi fallot, yang mencakup 4 kelainan pada jantung. Di antara berbagai kelainan bawaan yang ada, PJB merupakan kelainan yang paling sering ditemukan. 

Prevalensi PJB di Indonesia sekitar 8-10 dari 1.000 kelahiran hidup, dengan sepertiga di antaranya bermanifestasi dalam kondisi kritis pada tahun pertama kehidupan dan 50% dari kegawatan pada bulan pertama kehidupan berakhir dengan kematian. Di Indonesia, dengan populasi 200 juta penduduk dan angka kelahiran hidup 2%, diperkirakan terdapat sekitar 30.000 penderita PJB. 

Penelitian di Amerika Serikat menyatakan bahwa setiap tahun sedikitnya 35.000 bayi menderita kelainan ini dan 90% di antaranya dapat meninggal bila di tahun pertama kehidupan bayi tidak dilakukan perawatan yang adekuat. Menurut Children Heart Foundation, pada setiap tahun sebanyak 1.000.000 bayi di seluruh dunia lahir dengan penyakit jantung bawaan. Sekitar 100.000 diantaranya tidak akan dapat melewati tahun pertama kehidupannya, dan ribuan bayi lainnya akan meninggal sebelum mencapai usia dewasa. Keadaan ini seringkali tidak disadari oleh masyarakat awam, sehingga angka kematian anak-anak yang disebabkan oleh penyakit jantung ini terus meningkat. 

Penyakit jantung bawaan adalah penyakit jantung yang dibawa sejak lahir, di mana kelainan pada struktur jantung atau fungsi sirkulasi jantung terjadi akibat gangguan atau kegagalan perkembangan struktur jantung pada fase awal perkembangan janin. Penyebab PJB sendiri sebagian besar tidak diketahui, namun beberapa kelainan genetik seperti sindroma Down dan infeksi Rubella (campak Jerman) pada trimester pertama kehamilan ibu berhubungan dengan kejadian PJB tertentu. 

Secara umum terdapat 2 kelompok besar PJB yaitu PJB sianotik dan PJB asianotik. PJB sianotik biasanya memiliki kelainan struktur jantung yang lebih kompleks dan hanya dapat ditangani dengan tindakan bedah. Sementara PJB asianotik umumnya memiliki lesi (kelainan) yang sederhana dan tunggal, namun tetap saja lebih dari 90% di antaranya memerlukan tindakan bedah jantung terbuka untuk pengobatannya. Pada PJB sianotik, bayi baru lahir terlihat biru oleh karena terjadi percampuran darah bersih dan darah kotor melalui kelainan pada struktur jantung. Pada kondisi ini jaringan tubuh bayi tidak mendapatkan cukup oksigen yang sangat berbahaya, sehingga harus ditangani secara cepat. Sebaliknya pada PJB non sianotik tidak ada gejala yang nyata sehingga seringkali tidak disadari dan tidak terdiagnosa baik oleh dokter maupun oleh orang tua. Gejala yang timbul awalnya berupa lelah menyusui atau menyusui sebentar-sebentar dan gejala selanjutnya berupa keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan.

Inilah 5 penyakit jantung bawaan pada anak

1.  VSD (Ventracular Septal Defect)/ Sekat Bilik Jantung Berlubang 

VSD adalah kelainan jantung berupa lubang pada sekat antarbilik jantung yang menyebabkan kebocoran aliran darah pada bilik kiri dan kanan jantung. Kebocoran ini membuat sebagian darah kaya oksigen kembali ke paru-paru sehingga menghalangi darah rendah oksigen memasuki paru-paru. Bila lubangnya kecil, VSD tidak memberikan masalah berarti. Bila besar, bayi dapat mengalami gagal jantung. VSD adalah kelainan jantung bawaan yang paling sering terjadi (30% kasus). Gejala utama dari kelainan ini adalah kesulitan menyusui dan gangguan pertumbuhan, nafas pendek dan mudah lelah. Bayi dengan VSD besar cepat tidur setelah kurang menyusui, bangun sebentar karena lapar, mencoba menyusu lagi tetapi cepat kelelahan, tertidur lagi, dan seterusnya.

2.  PDA (Persisten Duktus Arteriosus Persisten) 

Duktus arteriosus adalah pembuluh darah yang menghubungkan arteria pulmonalis dengan bagian aorta distal dari arteria subklavia, yang akan mengalami perubahan setelah bayi lahir, yaitu : "Normal postnatal patency" : Secara fungsional, duktus arteriosus masih terbuka karena hipoksia atau pada bayi kurang bulan, dan akan menutup sendiri bila keadaan yang mendasari telah membaik. "Delayed, non surgical closure" : Duktus arteriosus akan menutup baik fungsional maupun anatomis, tetapi hal ini terjadi lebih lambat walaupun keadaan-keadaan yang mendasari telah membaik. Penutupan ini terjadi karena secara normal menutup sendiri, atau secara abnormal yaitu karena infeksi atau trombosis pada duktus arteriosus tersebut. "Persistent patency of the ductus" (PDA) : Duktus arteriosus tetap terbuka secara anatomis sampai dewasa. Tindakan pembedahan dilakukan secara elektif (sebelum masuk sekolah). Tindakan pembedahan dilakukan lebih dini bila terjadi : Gangguan pertumbuhan, Infeksi saluran pernafasan bagian bawah berulang, Pembesaran jantung/payah jantung dan Endokarditis bakterial 6 bulan setelah sembuh

3. PS (Pulmonary Stenosis)/ Penyempitan Katup Paru 

PS adalah penyempitan katup paru yang berfungsi mengatur aliran darah rendah oksigen dari bilik kanan jantung ke paru-paru. Dengan penyempitan ini, bilik kanan harus bekerja keras memompa darah sehingga makin lama makin membesar (hipertrofi). PS terjadi pada 10% kasus. Banyak penderita yang baru terdiagnosis setelah dewasa. Bila demikian, dampaknya mungkin sudah sangat merusak berupa penyakit paru, risiko stroke tinggi dan usia harapan hidup yang rendah.

4.  ASD (Atrial Septal Defect) / Sekat Serambi Jantung Berlubang 

Atrial Septal Defect (ASD) adalah terdapatnya lubang di antara dua serambi jantung atau terdapat hubungan antara atrium kanan dengan atrium kiri yang tidak ditutup oleh katup. ASD adalah adanya lubang atau defek pada sekat yang memisahkan atrium kiri dan kanan. Lubang ini menimbulkan masalah yang sama dengan VSD, yaitu mengalirkan darah kaya oksigen kembali ke paru-paru. ASD terjadi pada 5-7% kasus dan lebih banyak terjadi pada bayi perempuan dibandingkan bayi laki-laki.

5.  TF (Tetralogi Fallot) 

TOF adalah komplikasi kelainan jantung bawaan yang khas, dan melibatkan empat kondisi: Sekat bilik jantung berlubang (VSD), penyempitan katup paru (PS), bilik kanan jantung membesar (hipertrofi) dan akar aorta tepat berada di atas lubang VSD. Pada penyakit ini yang memegang peranan penting adalah defek septum ventrikel dan stenosis pulmonalis, dengan syarat defek pada ventrikel paling sedikit sama besar dengan lubang aorta. Lubang VSD biasanya besar dan darah mengalir dari bilik kanan melalui lubang ini menuju bilik kiri. Hal ini terjadi karena adanya hambatan pada katup paru. Setelah masuk ke bilik kiri, darah yang rendah oksigen itu dipompa ke aorta dan mengalir ke seluruh tubuh. Itulah sebabnya bayi penderita TOF memiliki kulit yang membiru karena kekurangan oksigen.

Gejala

PJB seringkali ditemukan pada masa kanak-kanak. Akan tetapi, tidak semua kelainan jantung bawaan langsung menimbulkan gejala saat lahir. Beberapa kelainan jantung bawaan sulit untuk dideteksi pada masa kanak-kanak, sehingga kelainan tersebut baru dapat ditemukan saat remaja dan dewasa. Pada umumnya kelainan jantung bawaan yang berat dapat menimbulkan gejala dalam bererapa bulan pertama setelah lahir, sehingga seringkali dapat terdeteksi pada masa kanak-kanak. Akan tetapi kelainan jantung bawaan yang ringan seringkali tidak menimbulkan keluhan, sehingga seringkali pula tidak terdeteksi. Umumnya kelainan jantung bawaan ringan akan terdeteksi saat anak tersebut datang berobat ke dokter.

Penyakit jantung bawaan dapat dibagi menjadi dua.  Penyakit jantung bawaan biru dan penyakit jantung bawaan tanpa biru. Penyakit jantung bawaan biru lebih cepat menimbulkan gejala dan paling mudah dikenali. Gejala yang paling sering ditemukan adalah bayi menjadi biru saat menangis (bibir, kuku, dan lidah menjadi biru). Wajah bayi tampak pucat dan biru, ujung kaki dan tangan juga kuku terlihat kebiruan akibat kurangnya aliran darah. 

Biru dan sesak ini akan tampak lebih jelas bila bayi menangis atau mengedan saat buang air besar, secara umum fisik tampak lemas, lelah dan malas menyusu,bayi sering demam batuk pilek. Pada saat menghisap ASI, bayi sering berhenti dan nafas tersengal-sengal wajah kebiruan. Gejala-gejala lainnya antara lain, sulit bernapas, nafsu makan rendah, bayi sering tersedak atau terbatuk saat menyusu, berkeringat berlebih saat makan atau minum susu, pertumbuhan dan perkembangan terhambat, berat badan sulit meningkat atau cenderung menurun, terlambat berjalan, aktivitas anak berkurang, anak terlihat lemah, dan anak sering mengalami demam yang tidak diketahui penyebabnya.

Diagnosis

Penyakit jantung pada janin di dalam kandungan kebanyakan tidak menimbulkan gejala yang signifikan. Oleh karena itu PJB seringkali tidak terdiagnosa sampai bayi dilahirkan.

Penyakit kelainan jantung bawaan bisa di diagnosis sejak masa kehamilan yakni memasuki usia kehamilan 16 hingga 20 minggu dengan pemeriksaan USG kandungan. Semakin dini diagnose dapat di ketahui maka harapan untuk proses penyembuhan akan semakin besar.

Pada PJB sianotik, diagnosa dapat langsung dilakukan (bayi terlihat biru dan sesak) dan membutuhkan penanganan yang cepat.
Pada PJB non sianotik, pemeriksaan fisik pada bayi barus lahir memegang peranan yang terpenting. Apabila pada pemeriksaan fisik oleh dokter terdapat kecurigaan kelainan jantung, maka beberapa pemeriksaan tambahan harus dilakukan, antara lain ekokardiografi, elektrokardiografi (EKG), roentgen (X-Ray) dada, oksimetri, sampai kateterisasi atau angiografi. Namun dengan kemajuan teknik ekokardiografi, prosedur angiografi yang invasif cenderung berkurang.

Penyebab

Penyebab kelainan jantung bawaan sebagian besar (90%) tidak diketahui. Faktor lingkungan seperti: ibu merokok, minum obat di luar resep dokter, infeksi waktu hamil dikatakan memegang peranan 3%. Sisanya 7% karena turunan. Karena penyebabnya sebagian besar belum diketahui dan faktor turunan hanya 7%, kemungkinan untuk melahirkan anak dengan kelainan jantung bawaan relatif kecil. 

Kebanyakan ahli menduga timbulnya PJB pada bayi-bayi baru lahir disebabkan oleh gabungan beberapa faktor, diantaranya adalah infeksi virus TORCH pada saat kehamilan, penyakit gula pada saat kehamilan, kebiasaan merokok, konsumsi obat tertentu seperti asam retinoat untuk pengobatan jerawat, alkohol, dan faktor genetik atau keturunan.

Infeksi TORCH (toksoplasma, rubela, cytomegalovirus/CMV dan herpes simplex) adalah sekelompok infeksi yang dapat ditularkan dari wanita hamil kepada bayinya. Ibu hamil yang terinfeksi TORCH berisiko tinggi menularkan kepada janinnya yang bisa menyebabkan cacat bawaan atau PJB. Dugaan terhadap infeksi TORCH baru bisa dibuktikan dengan melakukan pemeriksaan darah atau skrining. Jika hasilnya positif, atau terdapat infeksi aktif, selanjutjnya disarankan pemeriksaan diagnostik berupa pengambilan sedikit cairan ketuban untuk diperiksa di laboratorium

Faktor keturunan dapat dilihat apabila saudara kandung atau orang tua dari bayi yang menderita PJB juga memiliki kelainan yang sama. Riset menunjukkan bahwa orang tua yang memiliki kelainan jantung lebih berisiko memiliki anak yang berkelainan jantung pula. Kelainan juga dapat disebabkan gangguan perkembangan jantung pada janin karena infeksi seperti rubella dan toksoplasma, obat-obatan, alkohol dan zat-zat beracun yang dikonsumsi ibunya.  Kelainan gen seperti sindrom Down dan Turner juga berkorelasi dengan kelainan jantung bawaan.

Pencegahan

-  Pemeriksaan antenatal atau pemeriksaan saat kehamilan yang rutin sangat diperlukan. Dengan kontrol kehamilan yang teratur, maka PJB dapat dihindari atau dikenali secara dini.

-  Kenali faktor risiko pada ibu hamil yaitu penyakit gula maka kadar gula darah harus dikontrol dalam batas normal selama masa kehamilan, usia ibu di atas 40 tahun, ada riwayat penyakit dalam keluarga seperti diabetes, kelainan genetik down sindrom , penyakit jantung dalam keluarga. Perlu waspada ibu hamil dengan faktor resiko meskipun kecil kemungkinannya.

-  Pemeriksaan antenatal juga dapat mendeteksi adanya PJB pada janin dengan ultrasonografi (USG). Pemeriksaan ini sangat tergantung dengan saat dilakukannya USG, beratnya kelainan jantung dan juga kemampuan dokter yang melakukan ultrasonografi. Umumnya, PJB dapat terdeteksi pada saat USG dilakukan pada paruh kedua kehamilan atau pada kehamilan lebih dari 20 minggu. Apabila terdapat kecurigaan adanya kelainan jantung pada janin, maka penting untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan fetal ekokardiografi. Dengan pemeriksaan ini, gambaran jantung dapat dilihat dengan lebih teliti.

-  Pencegahan dapat dilakukan pula dengan menghindarkan ibu dari risiko terkena infeksi virus TORCH (Toksoplasma, Rubela, Sitomegalovirus dan Herpes). Skrining sebelum merencanakan kehamilan. Skrining ini yang juga dikenal dengan skrining TORCH adalah hal yang rutin dilakukan pada ibu-ibu hamil di negara maju, namun di Indonesia skrining ini jarang dilakukan oleh karena pertimbangan finansial. Lakukan imunisasi MMR untuk mencegah penyakit morbili (campak) dan rubella selama hamil.

-  Konsumsi obat-obatan tertentu saat kehamilan juga harus dihindari karena beberapa obat diketahui dapat membahayakan janin yang dikandungnya. Penggunaan obat dan antibiotika bisa mengakibatkan efek samping yang potensial bagi ibu maupun janinnya. Penggunaan obat dan antibiotika saat hamil seharusnya digunakan jika terdapat indikasi yang jelas. Prinsip utama pengobatan wanita hamil dengan penyakit adalah dengan memikirkan pengobatan apakah yang tepat jika wanita tersebut tidak dalam keadaan hamil. Biasanya terdapat berbagai macam pilihan, dan untuk alasan inilah prinsip yang kedua adalah mengevaluasi keamanan obat bagi ibu dan janinnya

-  Hindari paparan sinar X atau radiasi dari foto rontgen berulang pada masa kehamilan

-  Hindari paparan asap rokok baik aktif maupuin pasif dari suami atau anggota keluarga di sekitarnya.

-  Hindari polusi asap kendaraan dengan menggunakan masker pelindung agar tidak terhisap zat - zat racun dari karbon dioksida.

Source www.kompas.com
4 comments

Perempuan Modern Lebih Rentan Terkena Serangan Jantung

Perempuan Modern Lebih Rentan Terkena Serangan Jantung | Info Jantung

Perempuan modern lebih rentan terserang penyakit jantung dibandingkan dengan kaum pria, kata Ketua Yayasan Jantung Indonesia, dr. Dewi Andang Joesoef, pada jumpa pers 'Allianz Jakarta Heart Run 10K', di Jakarta, Rabu.

Dewi mengatakan bahwa pola hidup modern serta tingkat stres yang tinggi pada perempuan modern yang berkarir, adalah beberapa penyebab meningkatnya risiko gg.

"Pola hidup perempuan modern sudah banyak berubah seperti; merokok, jarang berolah raga dan lebih banyak duduk diam di kantor, serta pola makan yang banyak mengandung banyak lemak dan kolesterol," imbuh Dewi.

Menurut dia, pola hidup tidak sehat tersebut adalah beberapa faktor risiko utama penyakit jantung, yang kini lebih banyak menyerang kaum perempuan.

Lebih lanjut, Dewi menambahkan bahwa tingkat stress yang meningkat pada perempuan modern seringkali terjadi karena karir dan kedudukan perempuan modern yang bekerja kini dapat disejajarkan dengan kaum pria. Sehingga tingkat stress yang dirasakan juga sama.

"Mereka mendapat tekanan dari kedudukan dan jabatannya di kantor, belum lagi urusan rumah tangga yang harus ditangani membuat tingkat stress kaum perempuan semakin meningkat," kata Dewi.

Dewi berpendapat bahwa hal ini penting untuk diperhatikan oleh kaum perempuan, karena perempuan modern kini tidak saja sebagai motor penggerak di dalam rumah tangga, namun juga dalam beberapa sektor tertentu karena jabatan dan kedudukannya.

Untuk tidakan pencegahan, Dewi mengimbau agar para perempuan modern dapat melaksanakan pola hidup sehat dan melakukan manajemen stress.

SourCe

4 comments

Rentan Sakit Jantung itu Bukan Karena Golongan Darah


Rentan Sakit Jantung itu Bukan Karena Golongan Darah  | Info Jantung

Belakangan mungkin banyak orang khawatir karena sebuah studi dari Harvard University menyatakan bahwa pemilik golongan darah tertentu berisiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung koroner.

Setelah menganalisis hasil dua riset berskala nasional yaitu Nurses Health Study dan Health Professionals Study yang melibatkan hampir 90.000 orang, peneliti menyimpulkan bahwa pemilik golongan darah AB berisiko 23 persen lebih besar terserang penyakit jantung bila dibandingkan dengan orang-orang bergolongan darah O atau paling rentan dibandingkan ketiga golongan darah lainnya.

Tapi tak perlu keburu panik dulu. "Hasil riset ini masih ada cacatnya," ujar Eric Topol, MD, profesor genetika dari Scripps Research Institute di San Diego.

Pada dasarnya, 23 persen yang Anda lihat dari studi itu tidaklah sepenuhnya benar karena jumlah pemilik golongan darah AB itu kecil.

"Pemilik golongan darah AB itu sangat jarang dan tentu saja kekuatan statistiknya bisa diragukan jika Anda berbicara tentang sekumpulan orang yang jumlahnya sedikit itu," lanjutnya.

Dr. Topol yakin bahwa peneliti dari Harvard memperoleh kesimpulan dari data yang tidak secara spesifik memaparkan kaitan antara golongan darah dan risiko penyakit jantung.

Ketika orang-orang diminta melaporkan golongan darahnya untuk digunakan dalam meta-analisis, studi yang sebenarnya justru tidak bermaksud untuk memperoleh hasil studi seperti itu.

Khusus untuk golongan darah O, hasil studi ini mungkin masih dapat diterima karena untuk memperoleh kesimpulan itu, peneliti bisa mengamati cukup banyak orang, mengingat O adalah golongan darah yang paling umum, ungkap Dr. Topol.

Lebih penting lagi, menurut Dr. Topol, golongan darah itu sebenarnya sesuatu yang tak perlu Anda ketahui.

"Anda perlu khawatir jika Anda mengalami kelebihan berat badan dan punya gaya hidup yang statis serta punya tekanan darah dan kadar kolesterol yang tinggi. Faktor-faktor itu justru memberikan efek yang luar biasa terhadap munculnya penyakit jantung, bukannya golongan darah Anda," ungkap Dr. Topol seperti dilansir dari today.com, Senin (17/9/2012).

Studi sebelumnya juga menunjukkan bahwa pemilik golongan darah A atau B memiliki tingkat sirkulasi kolesterol 'jahat' (LDL) yang tinggi padahal kondisi tersebut menjadi salah satu faktor risiko peradangan dan penyakit jantung, tapi Dr. Topol mengatakan bahwa kaitan keduanya lemah.

Di sisi lain, untuk mengurangi risiko penyakit jantung, Dr. Topol mendorong setiap orang untuk lebih memfokuskan perhatian pada apa yang bisa diubah yaitu gaya hidup. Salah satunya dengan banyak-banyak tersenyum (tentu dengan porsi sewajarnya).

2 comments

Bagaimana Jantung Bekerja

Informasi Jantung | Bagaimana Jantung Bekerja

Fungsi dasar jantung adalah memompa darah merah yang kaya akan oksigen dan nutrisi melalui pembuluh besar ke seluruh tubuh. Ketika oksigen telah diserap oleh jaringan, pembuluh vena membawa balik darah yang berwarna biru dan mengandung sedikit sekali oksigen ke jantung.

Jantung mempunyai dua sisi, dimana setiap sisi bekerja sebagai pompa terpisah. Setiap sisi dibagi lagi menjadi 2 ruangan, jadi keseluruhannya ada 4 ruangan. Dua diatas, atria, berfungsi sebagai tempat menampung, dua dibawah, ventrical, berkontraksi memompa darah. Sisi kanan jantung menerima darah dari seluruh tubuh melalui pembuluh vena dan memompa ke paru untuk mengambil oksigen. Sisi kiri jantung menampung darah yang balik dari paru-paru dan memompa keseluruh jaringan tubuh yang memerlukan oksigen.

Untuk bisa mencapai seluruh otot dan organ tubuh yang berbeda-beda, darah harus dipompa dengan tekanan yang tinggi, seperti yang pasti anda ketahui jika pembuluh anda pernah terpotong - darah akan muncrat kemana-mana ! Untuk melakukan ini maka jantung kita sangat kuat, dan tidak seperti otot kaki kita, jantung tidak pernah lelah. Oleh karena itu otot jantung menuntut suplai darah yang sangat baik, dan ini disediakan oleh arteri koroner dan cabang-cabangnya.

SourCe
2 comments

Makan Buah Anggur Bikin Jantung Pria Lebih Sehat


Makan Buah Anggur Bikin Jantung Pria Lebih Sehat. Buah yang banyak digemari orang ini, selain kaya akan antioksidan ternyata mempunyai manfaat lain bagi kesehatan jantung pria. Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa mengkonsumsi buah anggur dapat membantu melindungi kesehatan jantung dengan sindrom metabolik.

Peneliti mengamati pengurangan faktor risiko utama penyakit jantung pada pria dengan sindrom metabolik. Caranya, dengan mengurangi tekanan darah, meningkatkan aliran darah, dan mengurangi peradangan. Komponen alami yang ditemukan dalam anggur, yang dikenal sebagai polifenol, dianggap bertanggung jawab atas efek yang menguntungkan ini.

Penelitian tersebut dipimpin oleh peneliti utama, yaitu Dr. Maria Luz Fernandez dan Jacqueline Barona, seorang mahasiswa PhD di laboratorium Dr. Fernandez di Department of Nutritional Sciences dari University of Connecticut.

Penelitian yang dipimpin Dr. Maria Luz Fernandez tersebut, melibatkan pria berusia 30 dan 70 tahun dengan sindrom metabolik yang dipilih secara acak. Diyakini bahwa penelitian tersebut adalah penelitian yang pertama yang melihat dampak dari buah anggur pada sindrom metabolik.

Sindrom metabolik adalah kondisi dimana seseorang mengalami tekanan darah meningkat, tingkat gula darah tinggi, kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang atau HDL (kolestrerol baik) rendah, dan trigliserida darah meningkat. Hal tersebut terjadi secara bersama-sama dan secara signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Sindrom metabolik merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama dan meningkat, terutama di Amerika Serikat. Dalam penelitian tersebut, secara acak para peserta disuruh untuk mengonsumsi anggur dalam bentuk bubuk anggur kering yang dibekukan atau bubuk plasebo, dalam waktu empat minggu

Setelah minggu ke-3 yaitu periode “pembersihan”, para peserta diminta untuk tidak lagi mengonsumsi anggur atau plasebo, kemudian mereka diarahkan untuk pengobatan alternatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi anggur memiliki penurunan yang signifikan pada tekanan darah dan senyawa yang terkait dengan peradangan, serta meningkatkan aliran darah.

“Hasil ini menunjukkan bahwa mengonsumsi anggur dapat memperbaiki faktor risiko penting yang terkait dengan penyakit jantung pada orang yang sudah berisiko tinggi.” kata Fernandez. Penelitian tersebut telah dipublikasiklan dalam Journal of Nutrition.

SourCe

1 comments
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Klinik Herbal Jantung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger